![]() |
| Pemilik Yayasan Paramitha Boga Afanti, Sintha Dec Checawaty, menyatakan berkomitmen menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. (Foto/dok/Jknews, Rabu 22 Juli 2026) |
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik, baik dari sisi pelaksanaan maupun kualitas layanan di lapangan. Di tengah berbagai evaluasi terhadap program tersebut, salah satu pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor menilai bahwa MBG bukan sekadar kegiatan usaha, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan.
Sebagaimana diberitakan Inilah Koran, pemilik Yayasan Paramitha Boga Afanti, Sintha Dec Checawaty, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melibatkan tenaga ahli gizi serta chef yang memiliki pengalaman bekerja di industri perhotelan untuk memastikan makanan memenuhi standar gizi sekaligus memiliki cita rasa yang baik.
Menurut Sintha, kualitas layanan MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan administrasi dan operasional, tetapi juga dari kepuasan serta manfaat yang dirasakan oleh para penerima program.
Dalam pemberitaan tersebut juga disampaikan bahwa masih terdapat dapur SPPG yang belum memenuhi seluruh persyaratan standar keamanan pangan dan kesehatan lingkungan. Data yang dikutip menyebutkan bahwa dari ratusan dapur SPPG di Kabupaten Bogor, sebagian di antaranya masih dalam proses melengkapi persyaratan seperti Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), yang merupakan bagian dari upaya menjamin keamanan pangan.
Sintha berpandangan bahwa pelaksanaan MBG memang harus dikelola secara profesional, namun tetap mengedepankan aspek kemanusiaan karena menyasar masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pelajar. Ia menilai keberadaan tenaga ahli gizi dan chef menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas menu yang disajikan.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari para penerima manfaat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan variasi makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi sekaligus dapat diterima oleh para siswa.
Dalam keterangannya yang dikutip oleh Inilah Koran, Sintha menyebut antusiasme masyarakat terhadap Program MBG cukup tinggi, terutama di wilayah pedesaan. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi banyak keluarga dan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak-anak.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang terus dievaluasi pelaksanaannya agar memenuhi standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola yang baik.
Pemerintah bersama para pengelola dapur SPPG diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
"Program MBG masih menjadi perhatian berbagai pihak. Selain kualitas menu, aspek keamanan pangan, tata kelola dapur, dan pengawasan menjadi faktor penting untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat".
RED//erwin
Sumber: Inilah Koran, Penyusunan Ulang Redaksi Jurnal Keadilan News.

Social Header