Perwakilan Otsuka Group Indonesia dan RS Marzoeki Mahdi Bogor menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) usai penandatanganan kerja sama program Mental Ease at Workplaces, sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan pekerja di lingkungan kerja. (Foto/Dok/Jknews, 12 Juli 2026)
BOGOR||JURNAL KEADILAN NEWS||
Otsuka Group Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam program Mental Ease at Workplaces, Minggu (12/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat layanan kesehatan mental di lingkungan kerja sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih sehat dan produktif.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di RS Marzoeki Mahdi, Bogor, dan dirangkaikan dengan diskusi publik bertajuk Mental Ease at Workplaces yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi kesehatan jiwa, pemerintah, serta pihak swasta.
Dalam kerja sama tersebut, RS Marzoeki Mahdi yang berperan sebagai Rumah Sakit Pengampu Jiwa Nasional akan memberikan dukungan profesional dalam pelaksanaan program kesehatan mental bagi karyawan Otsuka Group Indonesia maupun perusahaan mitra yang tergabung dalam program tersebut. Sebaliknya, Otsuka juga akan mendukung implementasi program kesehatan mental bagi sumber daya manusia di lingkungan RSMM.
HCD & Corporate Communication Director Otsuka Group Indonesia, Sudarmadi Widodo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan mental masyarakat, khususnya di sektor ketenagakerjaan.
"Program Mental Ease at Workplace merupakan bentuk dukungan Otsuka terhadap upaya Kementerian Kesehatan dalam membangun budaya kerja yang memperhatikan kesehatan mental. Komitmen ini sejalan dengan filosofi perusahaan untuk menghadirkan inovasi demi kesehatan yang lebih baik," ujar Sudarmadi.
Sementara itu, Direktur Utama RS Marzoeki Mahdi, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pendampingan kesehatan mental yang lebih terstruktur di lingkungan kerja.
"Melalui kerja sama ini, karyawan RSMM akan memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan mental. Kami berharap program ini menjadi proyek percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi di rumah sakit maupun institusi lainnya," kata Nova.
Ia menambahkan, RSMM akan mengerahkan tenaga profesional untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang terukur bagi para peserta.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga datang dari Kementerian Kesehatan. dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes., yang mengikuti kegiatan secara daring, menilai sinergi antara sektor pelayanan kesehatan dan dunia usaha merupakan langkah penting dalam memperkuat layanan kesehatan mental di Indonesia.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental pekerja tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Program Mental Ease at Workplaces diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sektor swasta dalam memperluas akses layanan kesehatan mental di tempat kerja.
Selain memberikan pendampingan bagi pekerja, program ini juga diarahkan untuk membangun sistem pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan mental di lingkungan profesional.
Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu kesehatan mental kini semakin menjadi perhatian berbagai sektor, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara produktivitas kerja dan kesejahteraan psikologis para pekerja.
(Red)dhie
|
Social Header