Ribuan jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek dan Banten menghadiri Haul KH. Hamim Thahari Djazuli atau yang lebih dikenal dengan Gus Miek yang diselenggarakan oleh KARABAT BAHREN (KABAH), Sabtu (20/6/2026).
Guru Besar KABAH sekaligus Ketua Dewan Syuriyah DPP KABAH, KH. Muhammad Fiqih Noval Hamzali, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haul tersebut bukan hanya ditujukan untuk mengenang Gus Miek semata, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama Bogor, para leluhur Sunda, Jawa, serta para pendahulu bangsa yang telah berjasa dan mendahului generasi saat ini.
"Haul ini menjadi ruang doa bersama untuk para ulama, leluhur, dan orang tua kita yang telah wafat, sekaligus menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi dan persatuan umat," ujarnya kepada wartawan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP KABAH, Rully Ruhul Mujahid, menyampaikan bahwa terdapat dua agenda besar tahunan yang menjadi identitas organisasi, yakni Harlah KABAH setiap 24 Desember dan Haul Gus Miek setiap 20 Juni.
Menurutnya, kegiatan tersebut mengusung semangat mempererat kebersamaan di tengah masyarakat dengan menumbuhkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan persaudaraan yang berlandaskan ajaran Islam serta nilai-nilai Pancasila.
"Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu mempererat persatuan umat dan memperkuat semangat sosial di tengah masyarakat," katanya.
Rully juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor yang memberikan bantuan sebanyak 2.000 nasi kotak, para tokoh masyarakat, pelaku usaha, aparatur pemerintah setempat, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KABAH, M. Firdaus atau yang akrab disapa Ky Aos, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pukul 13.00 WIB dengan berbagai pertunjukan seni budaya Islam dan Kesundaan.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 2.000 peserta yang terdiri atas anggota KABAH, alim ulama, santri, tokoh masyarakat, serta jamaah majelis dari berbagai daerah seperti Kabupaten Bogor, Sukabumi, Depok, Bekasi, Tangerang, Pandeglang, hingga wilayah Citorek dan Gunung Julang di Banten.
Pada puncak acara, para peserta mengikuti tausiyah, pidato kebangsaan, dzikirul ghafilin, serta berbagai kegiatan yang mengangkat tema keislaman, kesosialan, dan pelestarian budaya daerah.
Ky Aos menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut akan menjadi modal penting bagi KABAH untuk terus mengembangkan organisasi hingga ke tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan di seluruh Indonesia.
"Kami berharap KABAH dapat terus menjadi wadah silaturahmi, penguatan nilai keislaman, kebudayaan, dan kebangsaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.
(RED)dhie

Social Header