![]() |
| 8.963 Beasiswa Sekolah Swasta Disiapkan, Mampukah Kabupaten Bogor Menekan Angka Anak Putus Sekolah? (Foto/dok/JKNews,18 Juni 2026) |
Program yang digagas Bupati Bogor Rudy Susmanto tersebut digadang-gadang menjadi salah satu solusi untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Bogor. Namun di tengah besarnya jumlah lulusan setiap tahun dan terbatasnya daya tampung sekolah negeri, publik kini menanti efektivitas program tersebut dalam menjawab persoalan pendidikan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Upaya Menutup Celah Putus Sekolah
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Maman Nurpadilah, menjelaskan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 menghadirkan skema baru yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program tersebut, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.
"SPMB tahun ini sangat berbeda karena kami sedang mempersiapkan program Pak Bupati, yaitu penyaluran beasiswa gratis bagi siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Kuota total yang kita siapkan sebanyak 8.963 siswa," ujar Maman, Kamis (18/6/2026).
Untuk menjaga ketepatan sasaran, calon penerima wajib terdaftar dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), khususnya kategori Desil I dan Desil II yang masuk kelompok masyarakat paling rentan secara ekonomi.
Tersebar di 180 Sekolah Swasta
Program beasiswa akan disalurkan melalui 180 sekolah swasta yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Namun kapasitas penerimaan setiap sekolah berbeda-beda, mulai dari hanya beberapa siswa hingga ratusan siswa.
"Kuotanya bervariatif. Ada sekolah yang hanya menyediakan empat kursi, ada juga yang mampu menampung hingga 200 siswa. Semua bergantung pada kesiapan dan kapasitas masing-masing sekolah," jelasnya.
Disdik juga telah mengintegrasikan program tersebut ke dalam sistem aplikasi SPMB. Saat pendaftaran berlangsung, calon peserta didik dapat langsung memilih jalur sekolah negeri atau jalur beasiswa sekolah swasta gratis.
Bantuan Rp900 Ribu per Tahun, Cukupkah?
Setiap penerima beasiswa akan memperoleh bantuan sebesar Rp900.000 per tahun atau sekitar Rp75.000 per bulan.
Besaran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana nilai bantuan tersebut mampu menutup kebutuhan riil biaya pendidikan di sekolah swasta yang bervariasi di setiap wilayah.
Pendaftaran jalur beasiswa dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juni hingga 27 Juli 2026. Tidak ada seleksi akademik dalam proses penerimaan. Sistem yang digunakan mengedepankan prinsip "siapa cepat dia dapat" selama kuota masih tersedia dan calon siswa memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
"Selama kuotanya masih ada dan siswa masuk kategori Desil I atau Desil II, mereka bisa langsung diterima. Syarat lainnya wajib warga Kabupaten Bogor yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan telah lulus dari jenjang SD," tegas Maman.
Menjawab Persoalan atau Solusi Sementara?
Program beasiswa sekolah swasta ini menjadi langkah positif dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata. Namun efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran, transparansi pelaksanaan, serta kemampuan bantuan yang diberikan dalam menjawab kebutuhan biaya pendidikan yang sebenarnya.
Di tengah masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bogor, masyarakat tentu berharap program ini tidak sekadar menjadi solusi jangka pendek saat musim penerimaan siswa baru, melainkan mampu menjadi instrumen nyata untuk memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan haknya memperoleh pendidikan karena alasan ekonomi.
(RED)dhie

Social Header