![]() |
| Refleksi Hari Asyura: Ketika Keimanan, Kesabaran, dan Kepedulian Menjadi Satu Kekuatan.(Foto/dok/ilustrasi/JKNews, 25 Juni 2026) |
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan dan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, datangnya 10 Muharram atau Hari Asyura menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali merenungi makna keimanan, kepedulian, dan pengabdian kepada Allah SWT.
Sayangnya, tidak sedikit yang memaknai 10 Muharram hanya sebagai rutinitas tahunan tanpa memahami pesan besar yang terkandung di dalamnya. Padahal, Hari Asyura merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan dan sarat dengan pelajaran tentang kesabaran, perjuangan, serta pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Di saat sebagian masyarakat masih bergelut dengan kesulitan ekonomi, keterbatasan hidup, dan berbagai persoalan sosial lainnya, semangat berbagi di Hari Asyura menjadi semakin relevan. Momentum ini mengingatkan bahwa keberkahan bukan hanya diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan sejauh mana seseorang mampu menghadirkan manfaat bagi sesamanya.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa sedekah bukanlah pengurangan harta, melainkan investasi akhirat yang nilainya tidak dapat diukur dengan hitungan duniawi.
Setiap uluran tangan kepada fakir miskin, anak yatim, kaum dhuafa, maupun mereka yang sedang tertimpa musibah, sejatinya adalah bentuk kepedulian yang akan kembali kepada pelakunya dalam bentuk keberkahan hidup.
Menjemput Berkah di 10 Muharram: Dari Muhasabah Diri Hingga Kepedulian Sesama.
Hari Asyura juga mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang bersabar dan tetap teguh dalam keimanan. Sebagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kezaliman Fir'aun, demikian pula setiap kesulitan yang dihadapi manusia akan menemukan jalan keluarnya ketika dibarengi ikhtiar, doa, dan keyakinan kepada Allah SWT.
Momentum 10 Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya sibuk memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga membuka mata terhadap kondisi lingkungan sekitar. Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian, bantuan, dan uluran tangan.
Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang kerap melahirkan sikap individualisme, semangat Asyura mengajarkan pentingnya membangun solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial sebagai bagian dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
10 Muharram bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi tentang bagaimana sejarah itu mampu mengubah perilaku kita hari ini. Dari yang acuh menjadi peduli, dari yang enggan berbagi menjadi ringan tangan, dan dari yang lalai menjadi lebih dekat kepada Allah SWT.
Mari jadikan Hari Asyura sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan, memperluas manfaat bagi sesama, serta memperkuat keyakinan bahwa setiap sedekah, sekecil apa pun, akan bernilai besar di sisi Allah SWT.
"Jika hari ini kita belum mampu menjadi orang kaya, setidaknya jadilah orang yang peduli. Karena di hadapan Allah, kemuliaan tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari ketakwaan dan manfaat yang diberikan kepada sesama."
Selamat 10 Muharram 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, keselamatan, dan rahmat-Nya kepada kita semua. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. 🤲🏻✨
(Keluarga Besar Redaksi Jurnal keadilan News.com)

Social Header